Wednesday, 28 September 2016

sajak (VII)



ada desir-desir bayu yang kususun menjadi bayangmu
ada munajatku pada tuhan tentangmu
yang tak siapa perlu tahu

dari titis-titis air yang mengalir
hingga para dedaun yang bergilir

dari kepak-kepak beburung meluas di langit
hingga ke ruang hatiku yang sempit

tak kubiar sehari berlalu
tanpa sebaris namamu dalam doaku

No comments:

Post a Comment