ada desir-desir bayu yang kususun menjadi bayangmu
ada munajatku pada tuhan tentangmu
yang tak siapa perlu tahu
dari titis-titis air yang mengalir
hingga para dedaun yang bergilir
dari kepak-kepak beburung meluas di langit
hingga ke ruang hatiku yang sempit
tak kubiar sehari berlalu
tanpa sebaris namamu dalam doaku
No comments:
Post a Comment