Wednesday, 21 September 2016

sajak (I)





suriaku yang menjingga
redupilah langit senja
bersama lelah-lelah yang kaubawa

suriaku yang rawan
aku akan tetap menunggu sinarmu
selepas fajar membenamkan rembulan
bersama sisa-sisa sendu

terima kasih
untuk perjuanganmu yang tidak kauhentikan
untuk terik-terik cahaya yang membenihkan

semoga tabah setiap hari
kerna keringat tabahmu menyuburi lantai-lantai bumi

No comments:

Post a Comment